Dekorasi Dinding Gaya Wabi Sabi untuk Hunian Tenang dan Natural

Posted on

Tren hunian masa kini semakin menekankan rasa nyaman, sederhana dan menyatu dengan alam, selaras dengan dekorasi dinding gaya wabi sabi. Ide dekorasi dinding ini menekankan filosofi estetika asal Jepang yang merayakan kesederhanaan, keaslian dan ketidaksempurnaan. 

Baca juga: Dekorasi Dinding Gaya Timur Tengah untuk Tampilan Hunian Menawan

Dekorasi Dinding Gaya Wabi Sabi untuk Hunian Tenang dan Natural
Dekorasi dinding gaya wabi sabi menekankan rasa nyaman dan kesederhanaan. Foto: Istimewa

Inspirasi Dekorasi Dinding Gaya Wabi Sabi

Dekorasi interior wabi sabi membawa atmosfer yang tenang, hangat dan mengundang rasa damai. Kesan seperti ini tentu jarang ditemukan dalam gaya modern yang serba rapi dan formal. 

Dinding Gaya Wabi Sabi

Dekorasi wabi sabi menonjolkan dinding bukan hanya sekedar pembatas ruang. Namun, dinding menjadi bagian penting dari ekspresi kejujuran material. 

Pemilik rumah bisa menggunakan dinding dengan tekstur alami, seperti plester kasar, semen ekspos dan batu bata tanpa cat. Dinding ini membawa nuansa apa adanya dengan permukaan yang tidak rata. Meskipun begitu, dekorasi dinding justru membawa keindahan alami sekaligus memberikan suasana hangat di rumah. 

Dinding semen ekspos tidak harus terlihat dingin. Dengan teknik unfinished yang tepat, pemilik rumah bisa membiarkan gradasi warna semen alami muncul secara organik. Penggunaan material seperti bata ekspos yang dibiarkan tanpa plester juga memberikan depth (kedalaman) visual yang tidak bisa dihasilkan oleh cat dinding biasa.

Penting untuk diingat, dinding semen unfinished seringkali menghasilkan residu debu halus (berkapur). Gunakan coating clear doff (matt) berbahan dasar air. Langkah ini akan mengunci debu semen, tanpa memberikan efek mengkilap yang bisa merusak kesan alami wabi-sabi.

Dekorasi Interior Wabi Sabi

Sementara itu, dekorasi yang ditampilkan dalam desain wabi sabi sebaiknya terbuat dari elemen alami. Bisa dengan batu sungai, ranting kering, vas tanah liat hingga kain linen polos. 

Alih-alih dekorasi berlebihan yang terasa artifisial, wabi sabi lebih menekankan pada benda apa adanya. Misalnya vas tanah liat dengan bentuk tidak simetris. Bisa juga meja dari potongan kayu jati utuh yang tampak otentik. 

Sebagai catatan, keindahan wabi-sabi sangat bergantung pada permainan bayangan (chiaroscuro alami). Oleh sebab itu, ada baiknya menerapkan lampu dengan color temperature hangat sekitar 2700K – 3000K. Hal ini berguna untuk menonjolkan tekstur dinding batu bata atau semen yang tidak rata.

Perbandingan Dekorasi Dinding Wabi Sabi vs Japandi

Melansir dari HomeByMe, wabi sabi dan Japandi sama-sama menerapkan gaya desain minimalis. Namun, keduanya memiliki fokus yang berbeda. Wabi sabi berasal dari filosofi jepang dengan menggunakan material alami dan nuansa pedesaan. Sementara Japandi memadukan minimalisme Jepang dengan desain skandinavia. Gaya ini menekankan fungsionalitas, garis-garis bersih dan tampilan modern dengan warna lembut. 

Baca juga: Inspirasi Warna Dinding Gaya Cottagecore, Bikin Rumah Terasa Homey

Secara keseluruhan, dekorasi dinding gaya wabi sabi melihat keindahan pada ketidaksempurnaan dan usia. Sementara dekorasi dinding gaya Japandi lebih menekankan kesederhanaan yang rapi, elegan dan fungsional.