Kondisi dinding rumah berjamur parah umumnya ditandai dengan munculnya bercak berwarna hitam atau hijau hingga bau apek yang tidak sedap. Selain mengganggu estetika, tembok berjamur bisa berdampak buruk bagi struktur bangunan dan kesehatan. Oleh sebab itu, dibutuhkan tips perawatan dinding yang tepat agar kondisi jamur yang menempel tidak semakin melebar.
Baca Juga: Membedakan Tipe Dinding Retak Struktural dan Non Struktural

Cara Tepat Mengatasi Dinding Rumah Berjamur Parah
Dinding berjamur bisa terjadi lantaran beberapa faktor. Mulai dari lingkungan yang lembap, sirkulasi udara buruk, kebocoran pipa air, rembesan air hingga celah atau retakan pada dinding. Kondisi ini harus segera diatasi dengan perawatan dinding yang paling benar.
Cara Mengatasi Dinding Berjamur
Ketika mendapati dinding rumah berjamur, sebaiknya cari dan perbaiki sumber kelembapan yang melatarbelakanginya. Misalnya saja, perbaiki pipa bocor, atap rusak atau masalah ventilasi yang memicu kelembapan tinggi.
Jika sudah, bersihkan area dinding yang berjamur dengan langkah berikut.
- Gunakan sarung tangan dan masker pelindung.
- Kikis area dinding yang berjamur dengan sikat kuat.
- Semprotkan larutan cuka putih atau kaporit pada dinding yang bermasalah. Bisa juga menggunakan fungicidal wash yang mengandung bahan aktif khusus untuk mematikan spora. Namun, jangan mencampur cuka dan pemutih (kaporit) secara bersamaan karena akan menghasilkan gas klorin yang sangat beracun.
- Diamkan beberapa waktu dan bersihkan dengan air bersih.
- Amplas permukaan dinding hingga halus dan bersih dari jamur.
Pemilik rumah juga bisa melakukan perawatan lanjutan dengan sealer anti lembap khusus tembok. Hal ini bisa berguna untuk mencegah jamur menempel kembali.
Setelah itu, lanjutkan dengan memberikan cat tembok waterproof. Pertimbangkan pula untuk menggunakan dehumidifier demi mengurangi kelembapan ruangan.
Perbandingan Jamur Dinding Chaetomium vs Cladosporium
Bersumber dari 99.co, jamur chaetomium sering ditemukan pada dinding yang mengalami kerusakan air, sehingga menimbulkan kelembapan berlebih. Jamur ini bisa terdeteksi dengan mudah, yakni dengan tanda bau apek yang muncul di area tersebut. Chaetomium dapat merusak serat selulosa pada wallpaper atau gypsum.
Jamur cladosporium merupakan spesies pencemar udara terburuk dalam ruangan. Penampakannya sering ditandai dengan bercak berwarna hijau, cokelat, abu-abu dan hitam. Jamur dengan wrna hijau termasuk dalam golong B dan C.
Baca Juga: Solusi Sederhana Mengatasi Dinding Rembes Air Hujan
Dinding rumah berjamur parah merupakan kondisi yang cukup serius. Oleh sebab itu, penting melakukan tindakan pencegahan dengan membuka jendela secara teratur atau kipas angin untuk meningkatkan sirkulasi udara di dalam ruangan.

Saya seorang konsultan desain arsitek rumah dengan fokus pada spesialisasi material dinding. Dengan pengalaman tak kurang dari 9 tahun di industri tersebut, saya siap bagikan informasi seputar dekorasi ruang, gaya estetika dinding, material konstruksi hingga perawatan dinding secara mendalam. Kini saatnya miliki rumah impian bersama keluarga tercinta.



