Mengenal Material Favorit Masa Kini, Dinding Rumah Hebel

Posted on

Dinding rumah hebel kini makin populer sebagai pilihan material konstruksi modern. Material dinding ini terkenal ringan dan mudah dipasang, dinilai bisa mempercepat pembangunan sekaligus menghemat penggunaan perekat. 

Baca Juga: Inspirasi Dinding Rumah Industrial Low Budget

Mengenal Material Favorit Masa Kini, Dinding Rumah Hebel
Dinding rumah hebel jadi alternatif favorit dalam konstruksi modern. Foto: Istimewa

Mengenal Penggunaan Dinding Rumah Hebel

Terkadang, memilih material dinding untuk rumah pribadi cukup membingungkan. Banyaknya pilihan yang tersedia di pasaran seringkali membuat pemilik rumah kesulitan untuk menentukan material paling sesuai. Nah, salah satu material yang kini banyak digunakan dalam konstruksi modern adalah dinding hebel. 

Apa itu Dinding Hebel?

Dinding hebel atau bata ringan merupakan material bangunan modern. Material dinding rumah ini terbuat campuran pasir kuarsa, semen, kapur dan bahan pengembang.

Bahan pembuatan hebel melibatkan teknologi canggih yang menghasilkan material dengan berat lebih ringan ketimbang bata merah. Biasanya, pembangunan rumah hanya menggunakan dua ukuran hebel, yakni tebal 7,5 cm dan 10 cm.

Kelebihan dan Kelemahan Dinding Hebel

Daya tarik dinding hebel bisa dilihat dari berbagai aspek, sebagai berikut. 

  • Hebel lebih ringan sehingga memudahkan proses pengangkutan dan pemasangan. 
  • Ukuran material yang besar dan ringan menjadikan proyek lebih cepat selesai ketimbang menggunakan bata merah. 
  • Hebel memiliki kemampuan isolasi yang baik terhadap panas dan suara, sehingga rumah lebih nyaman. 
  • Hebel diproduksi dengan presisi tinggi, sehingga tercipta dinding yang rapi dan rata. 

Di balik berbagai keunggulan tersebut, hebel juga memiliki sisi kelemahan. Bersumber dari Heriskontraktor, harga hebel lebih mahal ketimbang bata merah. Hebel juga kurang tahan terhadap benturan keras jika dibandingkan dengan bata merah. 

Berdasarkan pengamatan kami pada proyek di kanal YouTube Gethome, hebel menjadikan pemasangan dinding jadi cepat. Dalam sehari, pemasangan hebel bisa mencapai sekitar 20 m², sedangkan bata merah rata-rata hanya sekitar 12 m². Kecepatan pemasangan ini berdampak pada biaya tukang. Di mana, pemasangan hebel bisa lebih hemat sekitar Rp10.000 per m². Jika diterapkan pada bangunan seluas 200 m², maka proyek bisa menghemat sekitar Rp2 juta. 

Tip Pro: Gunakan trowel khusus bata ringan untuk memastikan ketebalan mortar tetap konsisten di angka 3 mm demi kekuatan struktural yang maksimal.

Perbandingan Estetika Dinding Hebel vs Bata Merah

Dinding hebel menawarkan hasil akhir yang lebih rapi dan presisi. Ukurannya yang seragam dengan bentuk permukaan halus membuat dinding tampak modern serta estetis, tanpa banyak plester tambahan. 

Sementara itu, bata merah memberikan kesan tradisional dan alami jika dibuat dengan konsep ekspos. Kesan diberikan dinding ini cocok bagi mereka yang butuh tampilan rumah klasik, hangat dan unik. 

Baca Juga: Dinding Rumah Batu Alam untuk Tampilan Fresh dan Natural

Sebelum memutuskan penggunaan dinding rumah hebel, konsultasikan pilihan dengan arsitek atau kontraktor berpengalaman. Seseorang yang ahli di bidangnya bisa memberikan saran terbaik sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing pemilik rumah.